Senin, 23 November 2009

BERITA

Kasus Bibit-Chandra
Penasihat KPK: Bila Ada Bargain Lebih Baik Perkara Diteruskan
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Penasihat KPK Abdulah Hehamahua bersuara keras soal isu deal Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah diminta mundur sebagai syarat penghentian kasus. Abdullah menegaskan tidak ada dagang sapi.

"Mereka tidak boleh mundur. Kalau memang di belakangnya ada bargaining tertentu lebih baik perkaranya teruskan saja. Biar saja masyarakat menilai," ujar Abdullah di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (23/11/2009).

Dia menegaskan, bargaining dalam perkara ini justru melecehkan hukum. Lebih baik tidak perlu ada bargaining.

"Kalau dihentikan karena ada bargaining, itu penghinaan terhadap hukum. Kalau mau mundur, mundur karena persoalan pribadi karena bila tidak ini sama saja ada proses dagang sapi," ungkapnya.

TUKANG TAMBAL BAN NAIK HAJI


Malam itu adalah malam yang tidak terlupakan bagi seorang tukang tambal ban yang berada di pinggir jalan MT. Haryono Madiun. Pada malam itu ada seseorang yang lewat di jalan MT. Haryono itu dengan mengendarai mobil sedan Honda Accord silver, kemudian mobil itu berhenti mendadak, ternyata bannya bocor. Sang pengemudi keluar dan mencari tambal ban yang masih buka, karena hari telah malam, waktu itu sudah pukul 01.37 WIB sehingga tidak ada orang yang lewat. Sejurus kemudian dia mendapati sebuah tambal ban, dan dia segera mengetuk pintu agar tukang tambal ban mau membantunya, akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian dia mencari lagi, sampai di ujung jalan terdapatlah tambal ban yang kelihatan tutup juga, namun ia tidak putus asa, ia coba ketuk pintu, dan Alhamdulillah ada jawaban. Kemudian ia utarakan maksud hatinya, dan si tukang tambal ban itu memahami kesulitannya. Tidak disangka-sangka tukang tambal ban itu, namanya Somad, baru saja bisa tidur, karena semalaman anaknya, “Ani” rewel karena sedang di sapih oleh ibunya. Kemudian Pak Somad mau membantu Pak Ali, pengendara mobil sedan itu. Pak Somad mengambil peralatannya dan dibawa ke tempat mobil Pak Ali berhenti untuk melepaskan ban yang akan ditambal. Ban yang sudah dilepas itu kemudia dibawa ke rumah Pak Somad yang sekaligus menjadi tempat praktinya menambal ban. Pak Somad menambal ban itu dengan cekatan dan sabar walau rasa kantuknya tidak tertahankan lagi. Lima belas menit kemudian ban yang ditambal sudah selesai dan siap dipasang kembali. Pak Somad dan Pak Ali kembali ke mobil dan mereka memasang ban mobil sedan itu dengan cermat. “Alhamdulillah sudah selesai pak, mudah-mudahan tidak bocor lagi”. kata pak Somad. Kemudian Pak Ali menjawab, “Ya Pak terima kasih, berapa Pak ongkosnya?”. Jawab Pak Somad,” 500 saja pak”. Kemudian Pak Ali membayarnya dan mengucapkan terima kasih telah membantu menambal bannya dan berpamitan akan melanjutkan perjalannya ke Surabaya.
Pada lima hari kemudian di depan tempat tambal ban Pak Somad berhenti sebuah mobil sedan silver, kemudian keluarlah seseorang yang berpenampilan rapi dan mengesankan menemui Pak Somad dan menyapanya, “Bapak masih ingat saya?”, Tanya orang tersebut. “Oh ya Pak, masih ingat saya, Bapak kan yang ban mobilnya bocor kemarin malam?” jawab Pak Somad. “Betul Pak, ngomong-ngomong bapak setiap harinya dapat berapa dari tambal ban ini?” “Ya tidak mesti Pak, Kadang-kadang ya lima belas ribu, kalau rame ya bisa tiga puluh sampai lima puluh ribu per hari pak”. Kemudian pak Ali melanjutkan bertanyanya,”Apa yang paling bapak inginkan saat ini dalam hidup?” Pak Somad dengan semangat menjawab,” Saya kepingin sekali bisa haji Pak”. Pak Ali bertanya kembali,” Terus apa yang Bapak usahakan untuk pergi kesana?” dengan nada santai Pak Somad menjawab,” Ya… menabung seadanya Pak, ada lima ribu, sepuluh ribu, bahkan lima ratus perak pun ya saya masukkan ke kaleng tabungan haji”. “Kalau Bapak tidak keberatan saya akan membiayai haji Bapak Somad, karena telah membantu saya kemarin malam. Sebenarnya kemarin itu saya sedang ada pengajuan tender di Surabaya, jika saya terlambat, maka saya tidak jadi mendapatkan tendernya, Alhamdulillah saya bisa mendapatkannya Pak, dan itu juga atas bantuan Bapak mau menolong saya menambal ban mobil saya yang bocor oleh karena itu saya berniat membiayai semua keperluan haji Bapak”. Pak Somad dengan senangnya melakukan sujud syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah, dia bisa haji walau hanya bekerja menambal ban. Akhirnya Pak Somad Berangkad Haji bersama-sama dengan Pak Ali dan semua biayanya di tanggung oleh Pak Ali.

tanks

Dapatkan informasi terpercaya mengenai kesehatan dan keluarga
Aku Sehat karena Bunda

Selain sudah menerimanya sejak di dalam kandungan, si kecil juga mendapat antibodi dari ASI.

Mengajak bayi baru liburan? Bisa saja, asal Anda hati-hati, karena bayi baru lahir masih rentan terhadap segala jenis infeksi. Hal ini karena daya tahan tubuh mereka masih lemah.

Namun, bukan berarti mereka tidak memiliki daya tahan tubuh sama sekali, lho! Si kecil memiliki antibodi yang diterima melalui plasenta selama berada dalam kandungan ibunya, dan melalui air susu ibu (ASI) setelah mereka lahir. Antibodi adalah zat dalam darah manusia yang dapat membunuh atau melemahkan kuman penyakit dan racun-racun lain yang masuk ke dalam tubuh.

Kekebalan pasif

Antibodi yang disuplai plasenta kepada janin sepanjang trimester ketiga, menjadi modal bagi bayi selama 3 bulan pertama kehidupannya. Kekebalan ini disebut pasif, karena tidak dibuat sendiri oleh tubuh bayi.

Mengingat pembentukan antibodi dirangsang oleh antigen (misalnya, kuman penyakit dan racun-racun yang dihasilkannya) yang masuk ke dalam tubuh ibu, maka antibodi dalam tubuh si kecil dan ibu adalah antibodi terhadap kuman penyakit yang ada di lingkungan di mana ibunya tinggal atau tempat lain yang sering ia kunjungi. Itu sebabnya, bayi baru lahir sangat dianjurkan untuk seminimal mungkin disentuh atau berhubungan dengan orang asing. Saran ini pulalah yang sebaiknya diingat saat membawa bayi bepergian.

Perkecualian, bila janin mengalami infeksi dalam kandungan, misalnya Toksoplasma dan Rubela, ia sudah mulai bisa membentuk antibodi sendiri, yaitu Imunoglobulin M (Ig M). Jenis antibodi ini tidak didapat dari ibu, karena tidak dapat menembus plasenta.

Ayo, beri ASI!

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber gizi yang sempurna bagi bayi. Selain itu, ASI juga kaya akan zat kekebalan tubuh. Penelitian telah membuktikan bahwa angka kesakitan dan kematian pada bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih rendah dibandingkan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Bagaimana tidak? Sejak hari pertama sampai kurang lebih seminggu kemudian, keluar cairan bening berwarna kekuningan dari payudara yang dikenal dengan nama kolostrum atau susu jolong. Kolostrum ini kaya zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, virus maupun jamur.

Setelah itu, keluar ASI peralihan sampai hari ke-14, untuk kemudian dan seterusnya keluar ASI matang. Selain mengandung berbagai zat yang dibutuhkan tubuh si kecil dalam komposisi yang sempurna, ASI juga mengandung antara lain lg A (antimikroba/antikuman yang membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh bayi).

Jadi, dengan mendapat kolostrum dan ASI, si kecil bisa mendapat tambahan perlindungan atau kekebalan pasif sampai ia mampu membentuk antibodi sendiri dengan kadar yang cukup pada usia di atas 3 bulan. Dengan begitu, bayi jadi jarang sakit sehingga pertumbuhan dan perkembangannya tentu akan lebih baik.

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: dr. Zakiudin Munasir, SpA(K), Divisi Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.