Rabu, 30 Desember 2009

HUMAS



HUBUNGAN MASYARAKAT

Nilai Pentingnya Peranan Hubungan Masyarakat
Dalam hubungan masyarakat terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam peranan yang diemban dalam rangka menciptakan efektifitas organisasi. Nilai-nilai tersebut, terkait dengan bagaimana fungsi public relations dijalankan dan kontribusi dalam mengkomunikasikan organisasi sehingga tercipta efektivitas kerja. Menurut teori organisasi, sebuah organisasi dpt dikatakan efektif ketika apa yang menjadi tujuan/target organisasi yang telah direncanakan dapat diraih. Sebuah organisasi memiliki hubungan dengan internal organisasi (pekerja), dan external organisasi (komunitas masyarakat, pemerintah, konsumen, investor dan media), yang dapat disebut sebagai konstituen strategis. Konstituen inilah yang membentuk lingkungan organisasi sehingga dapat berkembang, baik dengan dukungan maupun sikap kritis. Mereka juga menginginkan organisasi tsb untuk dapat memfokuskan pada apa yang menjadi kepentingan konstituen, walaupun kadang bukan merupakan kepentingan organisasi. Public relations berperan dalam membangun hubungan yang baik dengan konstituen strategis ini, karena dukungan dibutuhkan untuk perkembangan organisasi. Organisasi berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial karena dapat menghasilkan dukungan masyarakat/ konstituen strategis.
Strategic
Para praktisi public relations merumuskan apa yang disebut sebagai pr strategis yaitu pr harus terencana dgn baik, tertata berdasarkan tujuannya, dievaluasi, dan terhubung dengan apa yang menjadi tujuan organisasi. Misi dan lingkungan menjadi hal yang penting dalam fungsi pr strategis, misi menggambarkan apa yang menjadi kepentingan sbuah organisasi dan lingkungan menggambarkan bagaimana organisasi berinteraksi dengan masyarakat internal dan external yang terkait. Terdapat dua tujuan yang berbeda antara fungsi ekonomi dan fungsi sosial yang dijalankan organisasi, fungsi ekonomi dijalankan oleh pemasaran, sementara fungsi
Sosial dijalankan oleh public relations. Pemasaran berfungsi terkait dengan pertukaran barang dan pasar bagi konsumen, sementara public relations menjalankan fungsinya dengan mengkomunikasikan pesan yg efektif agar masyarakat memiliki ‘social awareness’ untuk berpartisipasi dalam menentukan apa yang baik dan buruk bagi diri organisasi dan masyarakat.
Karena public relations memiliki fungsi untuk membangun hubungan yang baik dengan publiknya maka public relations diharuskan melaksanakan penelitian kelingkungan masyarakat terkait dengan issue apa yang saat ini sedang berlangsung, dan me-manage-nya sehingga tidak berakibat buruk bagi organisasi.
Sangat penting untuk mensegmentasi publik yang aktif, karena merekalah yang bereaksi atas kebijakan perusahaan. Perilaku ini bisa terjadi secara individual atau kolektif. Publik akan bereaksi negatif ketika kebijakan merugikan mereka. Di sisi lain mereka akan mendukung kebijakan perusahaan yang berpengaruh positif paa mereka. Terkadang publik dan perusahaan dapat bekerjasama demi keuntungan bersama. Publik yang tidak dapt terlalu mempengaruhi kebijakan perusahaan pda umumnya akan membuat isu yang terkait dengan kebijakan tersebut.

Manajemen Isu dan Komunikasi Krisis
Banyak praktisi public relations meyakini bahwa komunikasi krisis adalah sesuatu yang spesifik dan berbeda dari fungsi standar public relations dalam keadaan normal. Kebanyakan dari praktisi public relations percaya bahwa manajemen isu hanyalah sebuah rencana yang baru akan dijalankan ketika keadaan krisis terjadi.
Padahal sesungguhnya fungsi public relations sendiri adalah manajemen isu. Public relations berfungsi untuk menelaah akibat yang terjadi dalam masyarakat yang berkaitan atau bahkan disebabkan oleh kebijakan perusahaan, dan komunikasi krisis terjadi berkaitan dengan kebijakan perusahaan.
Ada empat prinsip yang terkait dengan isu ini, yaitu :
• Prinsip Hubungan Baik
Prinsip ini umumnya dilaksanakan sebelum terjadi krisis. Dengan adanya hubungan baik, komunikasi krisis dapat dihindarkan dan kalaupun terjadi komunikasi dalam keadaan krisis maka akan lebih mudah dicarikan jalan keluar.
• Prinsip Akuntabilitas
Apabila komunikasi krisis telah terjadi, maka perusahaan tetap harus mengganti kerugian yang diderita masyarakat sekalipun hal tersebut bukanlah kesalahan perusahaan. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip akuntabilitas bahwa perusahaan tetap bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada masyarakat tertentu, berkaitan dengan hal tertentu, demi menjaga nama baik dan kredibilitas perusahaan.
• Prinsip Pengungkapan
Berdasar prinsip ini, perusahaan melalui public relations harus terbuka kepada masyarakat. Perusahaan harus menjelaskan yang terjadi apa adanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi, demi untuk menghormati hak publik terhadap kebenaran. Karena itulah apabila terjadi suatu masalah yang pada akhirnya akan melibatkan masyarakat (misalnya kasus pencemaran), perusahaan tidak boleh menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya karena masyarakat (yang menjadi bagian dari kehidupan sosial peusahaan) berhak mengetahui kebenaran.
• Prinsip Asimetris (komunikasi berimbang)
Perusahaan melihat kepentingan publik sama pentingnya dengan kepentingan perusahaan. Karena itu perlu diadakan dialog terbuka yang berimbang di mana kepentingan perusahaan dan kepentingan publik dilihat sama penting, tak ada yang lebih baik dari yang lain.
Model-model komunikasi :
• Publisitas/ Propaganda
Model komunikasi satu arah ini bersifat propaganda dan manupulatif. Tidak terlalu memedulikan kebenaran asal kepentingan perusahaan terpenuhi.
• Informasi Publik
Masih model komunikasi satu arah. Model ini mulai menghormati hak masyarakat atas kebenaran. Hanya saja perusahaan tetap akan memilihkan fakta mana yang boleh dan belum boleh diberikan kepada masyarakat.
• Asimetris Dua arah
Meski dikatakan bersifat dua arah, model komunikasi yang satu ini belum dapat menjadi model komunikasi yang efektif. Hal ini dikarenakan model komunikasi asimetris tidak berimbang. Perusahaan tetap mempercayai bahwa kebenaran terletak pada perusahaan dan kesalahan adalah milik publik. Dialog yang diadakan sangat didominasi oleh kepentingan perusahaan. Apabila harus ada yang berubah, maka itu adalah publik. Maka dari itu, dialog yang diadakan sangat kurang berguna karena tetap saja yang sesungguhnya terjadi adalah komunikasi satu arah.
• Simetris Dua Arah
Model komunikasi yang satu ini dianggap paling efektif. Juga dianggap satu-satunya model yang etis sekaligus memiliki tanggung jawab sosial. Model ini membangun saling pengertian antara perusahaan dan publik. Kepentingan perusahaan dan kepentingan publik dilihat sama besarnya dan tak ada yang lebih penting dari yang lain. Publik dan perusahaan harus terus berubah mencari bentuk yang paling pas demi kepentingan keduanya.
Diversity
Banyak ahli percaya bahwa perbedaan gender dan latar belakang budaya sangat diperlukan dalam bagian Public relations. Bahkan keefektifan bagian public relations dilihat dari keberagaman yang ada. Dengan kata lain keberagaman yang ada akan membuat perusahaan tersebut menjadi lebih efektif. Dengan keberagaman ini diharapkan para praktisi menjadi komunikator multikultural, yaitu praktisi yang mampu terbuka terhadap keberagaman dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mempelajari latar belakang orang-orang yang beragam tersebut.

Global
Public relations dikatakan memiliki prinsip umum yang dapat digunakan di semua negara. Hanya saja, ketika melaksanakan prinsip tersebut, para praktisi Public relations harus memiliki aplikasi yang lebih spesifik berdasarkan wilayah di mana mereka melaksanakan suatu program. Itulah sebabnya mengutip slogan seorang environmentalis Rene Dubois “Think Globally, Act Locally” menjadi sangat relevan. Praktisi Pr harus memiliki kemampuan untuk bergerak secara global pada level lokal, karena dengab ruang lingkup yang sempit pun tingkat kesulitannya tetap sama. Dengan begitu maka standard kerja akan beragam, terlokalisasi, dan program dibangun secara khusus untuk negara yang berbeda dan bahkan untuk daerah yang berbeda didalam suatu negara. Karena perbedaan latar belakang budaya lokal, berpengaruh pada penerimaan publik terhadap organisasi yang membawahi para praktisi PR tersebut.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menunjang pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan sekolah dalam semua bidang harus relevan dengan kegiatan masyarakat, khususnya masyarakat di lingkungan sekolah itu berada. Melalui kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler, sekolah meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap siswa agar dapat membangun dirinya, serta ikut bertanggung jawab di lingkungan masyarakat dan bangsa secara perorangan maupun kelompok.
Dengan demikian sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Kegiatan sekolah hendaknya terpadu dengan kegiatan masyarakat. Hubungan timbal balik yang sebaik-baiknya antara sekolah dan masyarakat sangat diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan dan kegiatan pembangunan saling menunjang.

Hubungan Kerjasama Sekolah dengan Komite Sekolah
Sekolah tidak dapat dilepaskan dari siswa, karena suatu sekolah didirikan diperuntukkan siswa, guru dalam hal ini adalah hanya sebagai fasilitator dari bagian warga sekolah. Siswa sendiri pada hakekatnya, tidak dapat dilepaskan dari wali murid yang dalam hal ini berperan sebagai penanggung jawab secara tidak langsung terhadap kelangsungan proses belajar siswa di sekolah. Sebagai penanggung jawab, meskipun secara tidak langsung, wali murid butuh pemantauan terhadap perkembangan putra-putrinya di sekolah. Akan tetapi, suatu kemustahilan jika setiap hari semua wali murid datang ke sekolah secara langsung ke sekolah untuk memantau kegiatan belajar dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan siswa di sekolah. Untuk itulah dibentuk suatu komite sekolah yang diharapkan dapat menjadi penyambung lidah dan mata bagi para wali murid dalam memantau kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.
Meskipun, hanya menjadi suatu badan kecil dan tidak setiap saat harus standby di sekolah, namun dengan adanya komite sekolah ini, diharapkan dapat sedikit banyak mengatasi segala permasalahan yang terkait dengan hambatan kegiatan belajar-mengajar.
SMP Negeri 13 Malang, dalam hal ini juga memiliki badan tersebut (komite sekolah) untuk menjalankan fungsi-fungsi yang telah disebutkan di atas. Dalam proses kerja sama antara sekolah dan komite sekolah, dipilih salah seorang dari perwakilan guru yang sering disebut sebagai urusan Humas (Hubungan Masyarakat). Salah satu guru yang diberikan tanggung jawab sebagai Urusan HUMAS di SMP Negeri 13 Malang ini adalah Ibu Srijatun, S.Pd. Tidak seperti Urusan lainnya, khusus Urusan HUMAS penanggung jawabnya hanya satu orang dan tidak memiliki anggota lain.
Di SMP Negeri 13 Malang, Komite Sekolah dibentuk 4 tahun sekali. Pada bulan November tahun 2007 kemarin, baru dibentuk kepengurusan Komite sekolah yang baru. Untuk nama struktur organisasi terlampir.
Salah satu bentuk kerja sama antara sekolah dan komite sekolah adalah dengan menjalin kerja sama dengan sponsor dari wali murid. Kerja sama ini diwujudkan dengan program perbaikan gizi yang dimulai sejak tahun 2005. Dana diberikan secara langsung dalam bentuk uang tunai mapun dalam bentuk makanan bergizi empat sehat lima sempurna. Kegiatan ini telah berlangsung selama 3 tahun.
Dalam program perbaikan gizi, tidak seluruh siswa (mulai dari kelas VII sampai kelas IX diberikan makanan maupun minuman bergizi. Akan tetapi, program ini difokuskan pada siswa kelas IX yang akan mengikuti Ujian Akhir sekolah. Tentunya, tidak semua siswa kelas IX juga mendapatkan jatah makanan bergizi, hanya beberapa siswa yang dianggap tidak mampu (dalam hal perekonomian) yang mendapatkan jatah utama. Setiap kelas dipilih sekitar kurang lebih sepuluh anak.
Selain program di atas, bentuk kerja sama antara sekolah dan komite sekolah, diwujudkan melalui diadakannya workshop-workshop pendidikan. Workshop ini biasanya membahas tentang cara-cara pemberian motivasi kepada siswa agar dapat lebih meningkatkan motivasi belajarnya. Selain itu, juga berisi tentang sosialisasi tata tertib, kriteria kenaikan dan kelulusan.










MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT
DI SMPN 13 MALANG










Oleh:
MUHAMMAD SAIFUDIN
06110029


JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2009

Tidak ada komentar: